Persiapan untuk Monitoring Evaluasi PKM (Monev PKM)


Edisi lanjut postingan sebelumnya tentang PKM, kali ini saya akan membahas tentang keberlanjutan dari PKM yang lolos atau minimal didanai oleh Dikti. Tempo dulu, Monev hanya dibagi menjadi dua, yaitu Monev Universitas dan Monev Dikti. Tidak seperti sekarang yang dimana Monev PKM berulang kali diadakan untuk memantapkan bagaimana menjelaskan proyek PKM itu dibuat kepada Reviewer.

Di lingkup Universitas Muhammadiyah Surakarta, monev dari universitas sendiri adalah langkah awal dari persiapan untuk monev dari Dikti. Tahun 2014 monev diadakan di STIKES Aisyiyah Surakarta untuk wilayah Kopertis VI Jawa Tengah dan Monev selanjutnya di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sedikit flashback dari periode PKM sebelumnya saya tidak menjadi peserta, melainkan panitia. Jadi dapat mendokumentasikan dan juga menilai bagaimana monev di UMS terlaksana dengan baik. 

Monev PKM dari Dikti diselenggarakan di UMS sebagai koordinator PTS Kopertis VI Jawa Tengah. Jadi tidak heran jika pelaksanaan monev berlangsung cukup lama dan melelahkan, apalagi saat itu adalah Bulan Ramadhan. Posisi saya waktu itu sebagai moderator mendampingi Reviewer dari Dikti. Pengalaman saat menjadi panitia monev membuat saya lebih percaya diri nantinya saat mengikuti monev periode selanjutnya yang tidak terduga. Berikut dokumentasi Monev PKM di Aula Gedung G Fakultas Ekonomi UMS.


 Bersama Bapak Suharjianto, Kepala Bagmawa(Bagian Kemahasiswaan UMS)

 Peserta Monev dari UMS

 Menjadi Moderator saat Monev

 Panitia Monev

 Persiapan memaparkan PKM

 Diskusi sederhana dengan jajaran Bagmawa

 Monev PKM dari Pendidikan Biologi, saya lupa judulnya apa, yang jelas kedua dari kiri adalah Bendahara Bidang 4 HMP Biologi Lotus, Esti Septyarina

Reviewer Monev PKM dari Dikti Bapak Hermanto, S.Pd, M.Pd

Jika lolos PKM, dan pastinya didanai Dikti persiapkan untuk monev, kerjakan PKM dengan penuh tanggungjawab. Monev itu mengasikan kok, hitung-hitung sebagai ajang menunjukan potensi yang kita miliki. Dan membuktikan bahwa dari Perguruan Tinggi Swasta juga bisa kreatif, inovatif, dan Inspiratif.

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar