Pentingnya Berorganisasi

Leadership
Sumber : Sphere Busines

Selamanya menjadi orang yang individualis tentunya kurang baik jika di sinergikan dengan makna manusia sebagai makhluk sosial, makhluk yang senantiasa membutuhkan peran dari makhluk yang lain. Manusia sebagai makhluk sosial menjadikan seseorang itu supel, saling menghargai, dan tentunya akan saling mengerti. Dalam membutuhkan peran orang lain untuk bekerja dalam suatu hal, lambat laun akan membentuk sebuah kelompok, kelompok yang memiliki suatu tujuan yang menjadi kepentingan bersama. Kinerja dalam berkelompok ini tentunya harus diarahkan dan jelas bagaimana proses yang akan berlangsung kedepannya. Supaya kinerja dari kelompok itu jelas dan disepakati oleh yang lain perlu adanya pemimpin yang harus mempunyai pertimbangan lebih untuk memutuskan bersama bagaimana sebuah kelompok akan berproses bersama. Bukan hanya mememutuskan semata tugas dari pemimpin itu, tapi harus mendengarkan teman-temannya sebagai bahan pertimbangan bersama. Itulah Jiwa Pemimpin. Berprinsiplah kalau posisi kita bukan pemimpin "bekerjalah dengannya, bukan bekerja untuknya" karena dengan prinsip itu saya yakin berbagai macam proses yang dilakukan akan lebih mudah untuk dikerjakan. Disisi lain, pemimpin setidaknya juga harus sesuai apa yang disampaikan oleh Donald H. McGannon leadership is action, not position (kepemimpinan adalah tindakan, bukan posisi).

Membahas soal pemimpin dan kelompok ujungnya akan sampai ke bahasa yang lebih profesional, bukan kelompok lagi yaitu organisasi. Organisasi adalah sekumpulan orang terstruktur dengan tujuan tertentu yang harus dicapai. Pengalaman organisasi sangat penting pengaplikasiannya, terutama disaat terjun di masyarakat yang asing atau pertama kali dikunjungi. Pengalaman saya saat mengabdi sebagai guru SM-3T di Mamberamo Tengah, Papua sangat terasa sekali perbedaannya dengan orang yang tidak berorganisasi maupun yang lebih suka berorganisasi. 

Poin penting manfaat berorganisasi saat di masyarakat yaitu 

Tidak akan meremehkan adaptasi di lingkungan baru
Setiap makhluk hidup pada hakekatnya akan menyesuaikan diri saat berada di lingkungan yang tidak biasanya ditempati. Saat saya berada di Mamberamo Tengah, Papua pertama-tama saya menyesuaikan dengan kondisi yang lumayan dingin. Dilain hal, saya juga beradaptasi dengan masyarakat dilingkungan Distrik Kelila yang memiliki logat bahasa disertai perilaku yang tidak biasanya saya temui dirumah. Butuh waktu sekitar 3-4 bulan untuk adaptasi dengan mereka, baik dengan alamnya maupun orang-orang disekitarnya. Meskipun saya tahu kalau seorang guru akan dihargai sekali disana, saya tetap harus membuka diri terlebih dahulu supaya saya diterima di masyarakat.

Acara Bakar Batu Hasil Bumi di halaman Gereja Anugerah, Kelila
Sumber : Dokumen Pribadi


Bakar Batu Uwam (Babi) di Wamena dalam acara resepsi Pernikahan
Sumber : Dokumen Pribadi

Mampu membuat jejaring dengan masyarakat
Setelah melewati proses dari adaptasi akan terasa sekali manfaat dari diterimanya di masyarakat. Selalu aktif dikegiatan masyarakat, pasti akan diterima masyarakat. Di Kelila sendiri masih ada acara adat berupa bakar batu dan bakar jenazah yang masih dipertahankan. Aktif bertanya dan berbicara yang menyenangkan pasti mereka akan menerima kita pelan-pelan. Selain aktif dikegiatan masyarakat, sering mengunjungi ke rumah (honai) mereka akan lebih disukai. Orang-orang Papua, apalagi dipedalaman akan merasa "dianggap" jika ada orang yang berkunjung ke rumah mereka, terlebih lagi orang pendatang, apalagi saya seorang guru. Saat pulang, masyarakat Papua pedalaman pasti tidak akan membiarkan tamunya (saya) membawa tangan kosong, karena itu akan menjadi aib sendiri bagi mereka. 


Menanam Bibit Pohon Kasuari
Sumber : Dokumen Pribadi

Acara adat, Bakar Mayat
Sumber : Dokumen Pribadi

Pengolahan Buah Merah menjadi Minyak
Sumber : Dokumen Pribadi

Berfoto bersama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua
Sumber : Dokumen Pribadi

Bermalam di Honai, Nyaman kok :)
Sumber : Dokumen Pribadi

Mampu berorganisasi penuh sehingga dapat menjalankan program kerja baru
Setiap organisasi dengan tujuan tertentu perlu adanya jembatan untuk mencapainya, bisa disebut proker ataupun proja karena sama-sama singkatan dari program kerja. Selama saya di pedalaman pegunungan tengah Papua saya dan teman-teman baik sesama guru maupun aparat alhamdulilah mampu melaksanakan beberapa program kerja yang belum pernah diadakan di Kelila sebelumnya. Program kerja ini meliputi Karnaval Budaya, Sosialisai Miras, Merokok, NAPZA, dan Kesehatan serta beberapa proyek yang sudah saya kerjakan. Keberhasilan program ini juga merupakan imbas dari bentuk adaptasi dan membentuk jejaring dengan masyarakat sekitar Distrik Kelila.
Karnaval Budaya 
Sumber : Dokumen Pribadi

Sosialisasi dengan Aparat Keamanan
Sumber : Dokumen Pribadi

Jadi bisa diambil kesimpulan, manfaat berorganisasi sangat berguna saat berada di masyarakat. Manfaatkan masa mudamu untuk bekerja secara kelompok, apapun organisasinya dan selagi dengan tujuan yang jelas akan membawa perubahan dikemudian hari tanpa memandang remeh kemampuan seseorang. Salam MBMI !

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar