Sarcophaga haemmorrhaoidalis (Fallen, 1810)

 Sarcophaga haemmorrhaoidalis
Sumber : Kemenkes RI 2011


Telur
Lalat Sarcophaga haemmorrhaoidalis tidak bertelur tetapi MELAHIRKAN LARVA.

Larva
Larva berkembang dengan cepat dalam 3-4 hari kemudian masuk ke dalam tanah untuk menjadi pupa. Stadium pupa berlangsung 7-12 hari. Setiap betina dapat melahirkan 40-60 larva pada bahan organik membusuk, makanan basi, kotoran hewan atau manusia.

 Gambar tumpukan sampah organik yang membusuk dan beralas tanah menjadi salah satu tempat berkembangnya Larva dari Lalat Sarcophaga haemmorrhaoidalis. 
Sumber : nusapenidamedia.com
Dewasa
Ukuran lebih besar dari lalat rumah (10-15 mm) dengan tubuh berwarna keabuan non metalik. Lalat dewasa memiliki 3 garis hitam longitudinal yang membujur dari dorsal  ke toraks. Jaringan mukosa yang terluka, kotoran hewan/manusia, bangkai binatang, sayuran dan buah yang membusuk adalah tempat yang disukai lalat ini.


Gambar Tampak Punggung pada Lalat Sarcophaga haemmorrhaoidalis dewasa 
(Sumber : Dokumen Pribadi)

Gambar Penampang Sayap pada Lalat Sarcophaga haemmorrhaoidalis dewasa 
(Sumber : Dokumen Pribadi)

Gambar Tampak Depan pada Lalat Sarcophaga haemmorrhaoidalis dewasa 
(Sumber : Dokumen Pribadi)


Status Vektor
Bakteri (demam typhoid, demam paratyphoid, disentri, keracunan bakteri kolera); kecacingan, protozoa (disentri amuba); virus (poliomyelitis, trakoma, coxakie, hepatitis); ricketsia (Q fever).

Peran Serangga
Serangga berperan sebagai vektor biologi dan vektor mekanis.

Habitat Vektor
Pemukiman dan pada sampah organik

Penyebaran Vektor
Lalat Sarcophaga haemmorrhaoidalis tersebar di seluruh Indonesia.  

Sumber
Sebagian besar sumber diambil dari Atlas vektor penyakit di Indonesia, Kemenkes RI, Jakarta 2011 

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar