Manfaat Matoa

Pohon Matoa (Pometia pinnata J.R. & G. Forst)
Sumber: Dokumen Pribadi

Familia: Sapindaceae

Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman khas Papua, termasuk ke dalam famili sapindaceae. Pohon Matoa dapat tumbuh tinggi dan memiliki kayu yang cukup keras. Rasa buahnya adalah campuran antara rambutan, durian, dan kelengkeng. Buahnya berbentuk lonjongdan seukuran buah pinang (Keluarga Palem), ketika muda berwarna hijau dan setelah matang berwarna hijau kekuningan.

Tumbuhan ini adalah flora identitas Provinsi Papua Barat. Di Papua, Pohon Matoa bisa tumbuh sampai dengan diameter pelukan tiga orang dewasa..Wowwww... Tumbuhan berbentuk pohon, tinggi 20-40 meter. Akar tunggang. Batang silindris, tegak, warna putih kotor, permukaan kasar, percabangan simpodial, arah cabang miring hingga datar, bercabang banyak sehingga membentuk pohon yang rindang. Daun majemuk, tersusun berseling, 4-12 pasang anak daun, saat muda berwarna merah cerah setelah dewasa menjadi hijau, bentuk jorong, panjang 20-40 cm, lebar 8-15 cm, helaian daun tebal dan kaku, ujung meruncing (acuminatus), pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus berlekuk pada bagian pertulangan. Buah bulat atau lonjong, panjang 5-6 cm, buah berwarna hijau kadang merah atau hitam (tergantung varietas), bentuk biji bulat berwarna coklat muda, daging buah lembek, warna putih kekuningan. Perbanyakan generatif (Biji)

Nama Daerah
Matoa

Bagian yang Digunakan
Biji
Biji Matoa
Sumber : jengsali.wordpress.com
Khasiat
Biji Matoa berkhasiat sebagai tonikum.

Sumber
Kitab Tanaman Obat Nusantara, karya Herlina Widyaningrum dan Tim Solusi Alternatif, Penerbit MedPress, Kota Yogyakarta Tahun 2011.

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar