Kumis Kucing, Tanaman Penyembuh Infeksi Organ Kandung Kemih

Bunga Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (B1) Miq.)
Sumber : Dokumen Pribadi

Sinonim : O. Longiflorum, Ham. O. Grandiflorum Et Aristatum, BI. O. Spiralis, Merr. O. Starmineus, Benth. O. Grandiflorus, Bold.
Famili : Labiatae
Tanaman ini tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya, tinggi 1-2 meter, batang segiempat agak beralur, berbulu pendek atau gundul. Daun tunggal, bundar telur lonjong, lanset atau belah ketupat, berbulu halus, pinggir bergerigi kasar atau tak teratur, kedua permukaan berbintik-bintik karena ada kelenjar minyak atsiri. Bunga berupa tandan yang keluar dari ujung cabang, warna ungu pucat atau putih (ada yang warna biru dan putih), benangsari lebih panjang dari tabung bunga, Buah geluk warna cokelat gelap. Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang.

 Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (B1) Miq.)
Sumber : Dokumen Pribadi
 
Nama Daerah
Kumis Kucing, mamang besar (Indonesia), Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa).

Bagian yang Digunakan
Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

Khasiat
Infeksi  ginjal (Acute dan chronic nephritis), infeksi kandung kemih (Cystitis), Sakit kencing batu, Encok (Gout arthritis), dan Peluruh air seni (Diuretic)

Cara Pemakaian
Pada Nephritis, edema (bengkak)
Kumis kucing 30 gram, Planto asiatica (daun urat) 30 gram, Hedyotis diffusa (rumput lidah ular) 30 gram, semua direbus.
Pada Infeksi Saluran Kencing, sering kencing sedikit (anyang-anyangan)
Kumis kucing, Phyllanthus urinaria (meniran), Commelina communis, masing-masing 30 gram direbus.

Komposisi
Sifat kimiawi dan efek farmakologis: manis sedikit pahit, sejuk, anti-inflammatory (anti radang), peluruh air seni (diuretik), menghancurkan batu saluran kencing. Kandungan Kimia : Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium, dan myoinositol.

Sumber
Kitab Tanaman Obat Nusantara, karya Herlina Widyaningrum dan Tim Solusi Alternatif, Penerbit MedPress, Kota Yogyakarta Tahun 2011.

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar