Buah Murbei (Bagian 2)

Buah Murbei
Sumber: Dokumen Pribadi

Cara Pemakaian
Tekanan darah tinggi, kaki bengkak: Daun Murbei segar sebanyak 15 gram dicuci bersih kemudian direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.
Memperbanyak keluarnya Air Susu Ibu: Daun Murbei muda dimasak sebagai sayur, lalu dimakan bersama nasi.
Kencing nanah kulit: Akar Murbei, adas pulosari, dan kayu sandel (sandelhout) direbus.
Bisul, radang kulit: Daun Murbei segar sebanyak 1 genggaman dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, diminum sekaligus. Rebusan daun ini berguna untuk membersihkan darah sehingga dapat diminum secara teratur.
Luka, borok:Daun Murbei segar setelah dicuci bersih lalu dioleskan minyak kelapa. Layukan diatas api lalu diremas-remas dengan jari tangan sehingga menjadi lemas. Daun tadi kemudian dipakai untuk menutup luka. Namun sebelumnya, luka harus dicuci dahulu dengan rebusan akar trengguli.
Digigit Ular:Daun Murbei segar sebanyak 20 gram dicuci lalu digiling halus. Tambahkan 1/2 cangkir air masak, lalu disaring dan diperas. Air yang terkumpul lalu diminum sekaligus. 
Berkeringat malam:Daun Murbei kering yang dijadikan serbuk sebanyak 6-9 gram, direbus dengan air beras sampai mendidih. Setelah dingin lalu diminum.
Rematik, tangan, dan kaki pegal dan sakit:Ranting murbei kering sebanyak 15 gram direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.
    
Komposisi
Sifat kimiawi dan efek farmakologis: daun bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru dan hati. Buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Kulit akar bersifat manis, sejuk, masu meridian paru. Ranting bersifat pahit, netral, masuk meridian hati. Kandungan kimia : daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, beta-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, beta-hexenal, cis-beta-hexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol, linalool, bemzyl alkohol, butylamine, aceto'ne, trigonelline, choline, adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (A, B1, C, dan karoten), asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol.

Sumber
Kitab Tanaman Obat Nusantara, karya Herlina Widyaningrum dan Tim Solusi Alternatif, Penerbit MedPress, Kota Yogyakarta Tahun 2011.

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar