Buah Murbei (Bagian 1)

Buah Murbei 
Sumber : Dokumen Pribadi



Klasifikasi menurut Bentham dan Hooker
Kingdom
Plantae
Divisi
Phanerogamae
Subdivisi
Angiospermae
Kelas
Dicotyledoneae
Ordo
Rosales
Famili
Moraceae
Genus
Morus
Spesies
Morus alba

Tumbuhan ini banyak di budidayakan dan dapat tumbuh di daerah dataran rendah dan dataran tinggi. Murbei berasal dari China, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 meter diatas permukaan laut. Pohon dengan tinggi maksimal 9 meter, percabangan banyak, cabang muda berambut halus. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai. Helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, berwarna hijau. Bunga majemuk bentuk tandan, keluar dari ketika daun, mahkota bentuk taju, warnanya putih. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan, bunga betina, dan bunga sempurna yang terpisah. Murbei berbunga sepanjang tahun atau buah harian layaknya pisang. Buahnya banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak. Buah muda berwarna hijau, setelah masak menjadi hitam. Biji kecil, berwarna hitam. Daun muda enak disayur dan berkhasiat sebagai pembersih darah bagi orang yang sering bisulan. Tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya dapat digunakan sebagai makanan ulat sutra,

Pohon Murbei di Pekarangan Rumah Penulis (Morus alba L.)
Sumber : Dokumen Pribadi
 
Nama Daerah
Besaran (Indonesia), Murbai, Kerta, Kitau (Sumatra), Sangye (China), May Mon, Dau Tam (Vietnam).

Bagian yang Digunakan
Daun, ranting, buah, dan kulit akar dapat digunakan sebagai obat.

Daun Murbei (Morus alba L.)
Sumber : Dokumen Pribadi

 Buah Murbei (Morus alba L.)
Sumber : Dokumen Pribadi

Kegunaan
Daun
Demam karena flu, malaria, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit gigi, rematik, darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes melitus), kaki gajah (elephantiasis tungkai bawah), sakit kulit bisul, radang mata merah (conjunctivitis acute), memperbanyak air susu ibu (ASI), muntah darah dan batuk darah akibat darah panas, kolesterol tinggi (hiperkolesierolemia), dan gangguan pada saluran pencernaan.
Kulit Akar
Sakit gigi, tidak datang hais, batuk berdahak, sesak nafas (asma), muka bengkak (ederma), kencing yang nyeri dan susah (disuria), dan cacingan.
Buah
Tekanan darah tinggi (hipertensi), jantung berdebar (palpitasi), kencing manis (diabetes melitus), rasa haus, mulut kering, sukar tidur (insomnia), batuk berdahak, pendengaran kurang, penglihatan kabur, telinga berdenging (tinnitus), tuli, vertigo, hepatitis kronis, sembelit pada orang tua, kurang darah (anemia), neurastenia, sakit otot persendian, sakit tenggorokan, dan rambut beruban sebelum waktunya.
Ranting
Rematik, tangan dan kaki terasa pegal dan sakit, sakit pinggang (lumbago), kram pada tangan dan kaki, tekanan darah tinggi serta menyuburkan pertumbuhan rambut.

Sumber
Kitab Tanaman Obat Nusantara, karya Herlina Widyaningrum dan Tim Solusi Alternatif, Penerbit MedPress, Kota Yogyakarta Tahun 2011.

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar