Anopheles bancroftii Giles, 1902

Nyamuk Anopheles bancroftii (Sumber : Kemenkes RI 2011)

Telur
Butir-butir telur berwarna hitam, memiliki pelampung, diletakkan di permukaan air secara individu / tidak berkelompok.

Larva
Larva jarang ditemukan di daerah pemukiman, umumnya menyukai perairan teduh seperti di rawa hutan dimana ditemukan alga dan azolla  yang memberikan peneduh alami bagi larva.

Dewasa
Costa, subcosta, dan vena 1 (sayap) ada 3 atau kurang noda pucat. Probosis dan palpus sama panjang, palpus tanpa gelang pucat. Sternit abdomen ada kumpulan sisik-sisik putih, pada bagian tepi sternit ada kumpulan sisik putih membentuk garis. Femur dan tibia dengan bercak putih. Akhir vena 4.2, 5.1, dan 5.2 dengan jumbai pucat. Nyamuk dewasa menggigit manusia baik di dalam maupun di luar rumah.

Spesimen Nyamuk Anopheles bancroftii
sumber :http://www.wrbu.org/SpeciesPages_ANO/ANO_A-hab/ANban_hab.html

Status Vektor
Vektor malaria di Provinsi Sulawesi Tengah. Vektor filariasis (Wucherina bancrofti) di Papua.

Peran Serangga
Serangga membawa parasit: di dalam tubuh vektor parasit tumbuh menjadi dewasa dan memperbanyak diri.

Habitat Vektor
Rawa-rawa, genangan air, dan hutan

 Rawa-rawa di Papua sebagai salah satu tempat habitat Nyamuk Anopheles bancroftii
Sumber : beritadaerah.co.id

Penyebaran Vektor
Nyamuk Anopheles bancroftii ditemukan di Pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sumber
Sumber diambil dari Atlas vektor penyakit di Indonesia, Kemenkes RI, Jakarta 2011.

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar