Anopheles balabacensis Baias, 1936

Nyamuk Anopheles balabacensis (Sumber : Kemenkes RI 2011)

Telur
Butir-butir telur berwarna hitam, memiliki pelampung, diletakkan di permukaan air secara individu / tidak berkelompok.

Larva
Larva ditemukan di berbagai macam genangan air jernih yang tertutup daun dan berlumpur di bagian dasar, ditempat teduh, termasuk bekas cetakan roda mobil dan genangan air alami lainnya.

Dewasa
Sculetum 1 lobi, probosis lurus dan sama panjang dengan palpus. Probosis seluruhnya gelap. Costa, subcosta, dan vena 1 (sayap) memiliki 4 atau lebih daerah pucat, tanda gelap pre sector pada vena sayap 1 kira-kira sama panjang dengan tanda gelap pada pre sector pada costa. Kaki dengan bintik-bintik pucat, persambungan tibia dan tarsus  kaki belakang dengan gelang pucat lebar. Nyamuk Anopheles balabacensis menghisap darah manusia dan ternak. Lokasi dari peristirahatan pada umumnya diluar, kandang ternak, tetapi terkadang di dalam rumah. Nyamuk ditemukan juga di dalam hutan. Nyamuk betina kadang-kadang hinggap di dalam rumah hanya beberapa saat sebelum dan sesudah menghisap darah. Puncak aktivitas menggigit pada malam pukul 24.00 - 03.00

Spesimen Nyamuk Anopheles balabacensis
sumber : http://www.wrbu.org/speciespages_ano/ano_a-hab/ANbal_hab.html

Status Vektor
Vektor malaria daerah pegunungan dan tepi hutan. Vektor malaria di Provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Peran Serangga
Serangga membawa parasit: di dalam tubuh vektor parasit tumbuh menjadi dewasa dan memperbanyak diri.

Habitat Vektor
Kandang ternak dan Pekarangan

 Contoh Tempat perkembangbiakan Nyamuk Anopheles balabacensis
Sumber : Kemenkes RI 2011

Penyebaran Vektor
Nyamuk Anopheles balabacensis tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. 

Sumber
Sumber diambil dari Atlas vektor penyakit di Indonesia, Kemenkes RI, Jakarta 2011.

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar