Periplaneta americana (Linnaeus, 1758)

Gambar Kecoa atau Coro (Periplaneta americana)
Sumber : www.godofinsects.com

Telur
Lipas Periplaneta americana atau lebih dikenal dengan Kecoa atau coro ini yang betina meletakan telurnya di dalam kantung Ootheca berbentuk kapsul berukuran 8-10 mm yang berisi 16 telur yang tersusun dalam 2 baris. Kantung telur selalu menempel di bawah perut betina sampai telur akan menetas. Seekor betina dapat membawa 1 atau 2 kapsul telur. Ootheca berwarna coklat kehitaman

Gambar Penetasan Telur Kecoa dari Ootheca
Sumber : 1cak.com 

Nimfa
Tubuh nimfa lipas panjang, putih, dan sangat aktif. Ganti kulit pertama terjadi pada hari ke 8 dan ganti kulit yang kedua terjadi pada hari ke 10. Ganti kulit ke 3 terjadi 4 hari setelah ganti kulit ke 2, dan ganti kulit ke 4 terjadi 1 bulan kemudian. Waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan lipas dari telur sampai dewasa adalah 2-3 bulan.
Dewasa
Lipas Periplaneta americana sangat mudah dikenali melalui bentuk badan secara keseluruhan. Panjang badan 27-44 mm, memiliki 2 pasang sayap; pasangan bagian depan agak kasar melintang tumpang tindih di atas abdomen. Warna badan dan sayap berkilat kemerah-merahan sampai coklat tua. Lipas ini suka ditempat hangat dan lembab, seperti di dapur yang berdekatan dengan alat memasak; belakang pipa air panas; belakang rak piring; bawah kursi; dan karpet.
 

Gambar Perumbuhan Kecoa atau Coro (Periplaneta americana)
Sumber : extension.entm.purdue.edu

 Gambar Perkawinan Kecoa
Sumber : Dokumen Pribadi

  Gambar Dapur Kotor, Salah satu sarang Kecoa atau Coro (Periplaneta americana)
Sumber : palingseru.com  

Status Vektor
Bakteri (disentri, demam typhoid, demam paratyphoid, keracunan bakteri kolera); kecacingan; protozoa (dientri amuba); virus (hepatitis)

Peran Serangga
Serangga berperan membawa parasit tanpa perbanyakan dan perkembangan. Parasit ditularkan kepada orang lain melalui pencernaan atau gigitan.

Habitat Vektor
Permukiman

Penyebaran Vektor
Kecoa atau Coro (Periplaneta americana) tersebar di seluruh Indonesia.  

Sumber
Sebagian besar sumber diambil dari Atlas vektor penyakit di Indonesia, Kemenkes RI, Jakarta 2011. 

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar