Jangkrik Gua (Rhaphidophora sp)

Gambar Jangkrik Gua (Rhaphidophora sp) di Gua Kangkung, Eromoko, Wonogiri
Sumber : Jajang Dokumentasi

Klasifikasi

Deskripsi
Rhaphidophora sp.  merupakan anthropoda gua yang paling mudah ditemukan, hewan ini sering berkumpul diatas lantai gua. Guano atau kotoran kelelawar menjadi nutrisi yang penting bagi Rhaphidophora sp. Jangkrik gua dari jenis ini memiliki adaptasi terhadap lingkungan gelap, yaitu panjang antenanya 3 kali lebih panjang dari tubuhnya. Antena panjang digunakan sebagai pengganti organ penglihatan yang tidak dapat digunakan saat gelap.

Morfologi
Rhaphidophora sp.  masuk kedalam famili Rhaphidophoroidea, famili ini memiliki sayap yang kurang lengkap hampir pada semua anggota famili ini, tubuh bagian punggung bungkuk, tarsi ada 4 segmen, antena panjang setidaknya dua kali tubuhnya,memiliki palpus yang panjang, kaki belakang panjang . Betina memiliki ovipositor panjang digunakan untuk meletakkan telur. Rhaphidophora sp.  memiliki sepasang antena 3 kali panjang tubuhnya, antena kiri lebih panjang dari antena kanan. Kaki belakang panjang dan lebih besar digunakan untuk meloncat. Mulut tepi penggigit, padpalpus panjang. Mata kecil, warna tubuh coklat sampai hitam.

Peranan

Rhaphidophora sp.  merupakan hewan troglopile yaitu kelompok hewan gua yang seluruh hidupnya dihabiskan didalam gua, namun tidak tergantung sepenuhnya oleh lingkungan gua. Kelompok ini juga ditemukan diluar gua. Jangkrik gua memiliki peranan penting dalam ekosistem gua, jangkrik gua merupakan komunitas bawah yang menkomsumsi guano, dan jangkrik gua merupakan makanan bagi jenis Arachinida seperti Amblipigi.

Status Konservasi
Rhaphidophora sp.  belum pernah dievaluasi, sehingga tidak memiliki status konservasi. Namun, bila melihat keadaan habitatnya perlu adanya perlindungan  terhadap habitatnya.

Penulis Asli
Jajang Nur Rofik

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar