Anopheles aconitus Donitz, 1902

Nyamuk Anopheles conitus (Sumber : Kemenkes RI 2011)

Telur
Telur berwarna hitam, panjang 0,44 mm, memiliki pelampung diletakan di permukaan air. Dalam kondisi lingkungan optimal, betina mampu bertelur sekitar 120 butir.

Larva
Larva nyamuk berada ditempat terbuka, air jernih dengan arus tenang, terutama sawah terasering, tepi kolam air tawar berumput, kolam dengan vegetasi akuatik, genangan air tepi sungai, dan parit dengan tepi berumput. Posisi istirahat larva sejajar dengan permukaan air (karena tidak memiliki sifon), digunakan untuk mengambil oksigen langsung dari udara.

Dewasa
Sculetum 1 lobi, probosis lurus dan sama panjang dengan palpus. Setengah bagian ujung probosis pucat. Sayap nyamuk berbintik pucat, pada costa, subcosta, dan vena 1 ada 4 atau lebih daerah pucat. Kaki tidak berbintik-bintik pucat, ditemukan jumbai pucat pada akhir vena sayap 6. Nyamuk sering masuk ke dalam rumah pada malam hari, menyukai menghisap darah manusia, sapi, dan kerbau. Nyamuk ini dapat dijumpai hingga ketinggian sekitar 850 meter diatas permukaan laut

Spesimen Nyamuk Anopheles aconitus


Status Vektor
Vektor malaria di daerah pegunungan dan sawah terasering khususnya di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, dan Sulawesi Tengah. Vektor filariasis (Wuchereria bancrofti) di Provini Nusa Tenggara Timur.

Peran Serangga
Serangga membawa parasit: di dalam tubuh vektor parasit tumbuh menjadi dewasa dan memperbanyak diri.

Habitat Vektor
Persawahan, Parit, Sungai, dan Kolam

Contoh Sawah Terasering Ubud
Sumber : plesiryuk.com

Penyebaran Vektor
Nyamuk Anopheles aconitus tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. 

Sumber
Sumber diambil dari Atlas vektor penyakit di Indonesia, Kemenkes RI, Jakarta 2011.

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar