Aedes albopiqtus (Skuse, 1894)

Nyamuk Aedes albopiqtus (Sumber : Dokumen Pribadi)

Telur
Butir-butir telur berwarna hitam, diletakkan sepanjang tepi penampungan air. Telur dikeluarkan secara individu atau kelompok.

Larva
Larva nyamuk berada dalam penampungan air buatan manusia seperti habitat Aedes aegypti, juga habitat alami seperti lubang bambu, genangan pada lubang batu dan pohon. Larva cepat bergerak ke dasar habitat apabila terganggu dan di dasar selama beberapa menit. Posisi istirahat larva membentuk sudut terhadap permukaan air

Dewasa
Nyamuk berwarna hitam belang-belang putih, baik pada kepala, dada (toraks), dan perut (abdomen). Kontras warna lebih terang dari Nyamuk Aedes aegypti Scutelum 3 lobi, satu garis putih pada mesonotum (punggung) berbentuk lurus. Nyamuk Aedes albopiqtus suka menggigit diluar rumah, seperti di kebun dan halaman. Waktu menggigit sepanjang waktu khususnya siang hari. Tempat istirahat di daun atau semak-semak tidak terkena cahaya matahari langsung. Nyamuk ini berkembang biak dalam tempat penampungan air tidak beralaskan tanah (seperti Nyamuk Aedes aegypti), contoh lubang bambu, tempayan, drum, pot bunga, dan barang bekas yang dapat menampung air hujan di luar rumah.

 Nyamuk Aedes albopiqtus saat menggigit tangan saya di area lapangan voli Gonilan, Kartasura, Sukoharjo (Sumber : Dokumen Pribadi)


 Sampel sarang Nyamuk Aedes albopiqtus (Sumber : Kemenkes RI 2011)

Status Vektor
Vektor utama demam berdarah dengue dan chikungunya.

Peran Serangga
Serangga membawa parasit: di dalam tubuh vektor parasit tumbuh menjadi dewasa dan memperbanyak diri.

Habitat Vektor
Rawa-rawa, genangan air, dan hutan

Penyebaran Vektor
Nyamuk Aedes albopiqtus tersebar di seluruh Indonesia. 

Sumber
Sumber diambil dari Atlas vektor penyakit di Indonesia, Kemenkes RI, Jakarta 2011

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar