DINAMIKA "CEREMONI" KELULUSAN


Setelah dua bulanan vakum dari eksistensi blog karena fokus skripsi dan latihan kerja di perpustakaan, alhamdulillah sekarang masih bisa eksis kembali. Kali ini penulis ingin berbagi tulisan yang mengacu pada suatu kelulusan(Karena Baru Wisuda juga :) hehe). Siapa yang tidak ingin lulus saat sedang menempuh jenjang Pendidikan dari SD, SMP, SMA, SMK, dan Kuliah ?. Harapan final ini hampir dirasakan setiap orang dengan berbagai prosedur atau tahapan yang wajib dilakukan untuk mendapat predikat "lulus". Pada Jenjang Kuliah harus menyelesaikan Skripsi dan pada jenjang yang lebih rendah minimal harus menempuh Ujian Nasional.

Penulis lebih condong membahas suatu kelulusan di jenjang Mahasiswa, ya karena setelah lulus kita akan berhadapan dengan dunia yang sebenarnya. Sangat berbeda dibanding jenjang yang sebelumnya yang mungkin lebih diperhatikan ketika akan lulus. Misal SMA akan dipandu untuk memilih perguruan tinggi negeri. Bagaimana dengan Mahasiswa ? Inilah fenomena yang terjadi setiap tahun, hampir setiap Perguruan Tinggi dan Swasta meluluskan ribuan bahkan puluh ribuan orang dengan gelar D3 sampai Profesor. Dan fenomena yang lebih mengejutkan lagi setelah lulus tidak langsung dapat pekerjaan apalagi didukung pihak kampus yang tidak andil penuh dalam membantu mengarahkan karir alumninya. Dengan Nama Lain istilah kasar ini disebut PENGANGGURAN.

Pengangguran adalah kata kasarnya untuk orang yang belum (bukan 'tidak') bekerja. Pengangguran bisa berarti orang yang tidak melakukan hal apapun. Pada Parodi gambar diatas sangat jelas sekali maknanya. Penulis Sedikit merombak apa yang ada digambar. Setelah Wisuda seolah kita mendapat ucapan SELAMAT namun setelah itu masuk jurang Pengangguran, hal itu salah besar. Pengangguran berbeda jauh dengan orang yang berusaha mencari kerja. Sekedar mengingatkan saja, kita hidup di Indonesia yang lapangan kerja nya tidak sebanding dengan kelulusan Pelajar di Indonesia. Dulu mungkin orang lulus  Universitas langsung bekerja (Ibu saya lulus UNES langsung diangkat PNS jadi Guru) tapi sekarang? kita harus berusaha kirim lamaran atau bahasa profesionalnya apply ke perusahaan yang membuka lowongan. Pilihan yang lain adalah menunggu seleksi CPNS yang diadakan pemerintah. Intinya tetap berusaha dengan menata masa depan kita !! 

BUKAN NGANGGUR TAPI BERUSAHA MENCARI PEKERJAAN SESUAI KEMAMPUAN KITA


Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar