EKSPLORASI GUA KANGKUNG, EROMOKO, WONOGIRI


                     

Gua merupakan bentukan alami yang tidak biasa terlepas atau berdiri sendiri dari linkungannya. Menurut IUS (International Union of Speleology), cave atau gua yaitu setiap ruang bawah tanah yang berbentuk lorong-lorong yang dapat ditelusuri/ dimasuki manusia. Oleh karena itu caving adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia terhadap gua dan lingkungannya. Ada tiga istilah yang sering digunakan oleh para penelusur gua yatu speleology (sering digunakan oleh orang Eropa), spelunking (oleh orang Amerika) dan caving (oleh orang Inggris). Namun di Indonesia istilah yang popular untuk sebutan penelusuran gua yatu caving sedangkan orang yang berkecimpung dalamnya disebut caver.

Gua merujuk pada terowongan alami yang terbentuk ke dalam bukit atau gunung yang disebabkan oleh erosi air atau sebagainya. Gua bisa jadi hanya beberapa meter ke dalam atau dapat menjalar sejauh ratusan kilometer dan terkadang sampai tembus ke pintu gua yang lain. Gua yang biasa di lihat di bagian atas tanah, tetapi kadang-kala ada gua yang menjalar sampai di bawah tanah, dan kadang-kala pula di bawah permukaan air, menyebabkan gua tersebut berisi air.

Gua adalah ruang bawah tanah alami yang cukup besar bagi manusia. Gua merupakan rongga alami yang memiliki keadaanyang gelap serta lembab. Kata gua juga mencakup ruang yang lebih kecil seperti tempat penampungan batu, gua laut, dan gua-gua. Ilmu pengetahuan gua adalah ilmu eksplorasi dan studi dari semua aspek gua dan lingkungan yang mengelilingi gua-gua. 

Pembentukan dan pengembangan gua dikenal sebagai speleogenesis. Gua yang terbentuk oleh berbagai proses yang melibatkan kombinasi dari proses kimia, erosi dari air, kekuatan tektonik, mikroorganisme, tekanan, pengaruh atmosfer, dan bahkan penggalian.

Salah satu tipe gua dengan nuansa Karst atau kapur yang memadati hampir di wilayah ruangan seluruh gua. Di Indonesia terdapat wilayah Karst yang begitu luas, tepatnya di daerah pantai selatan Pulau Jawa yang meliputi Jogja, Wonogiri, dan Pacitan. Goa eksplorasi kami di Goa Kangkung yang terletak di Desa Pucung Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. Eksplorasi kami disini bertujuan untuk membantu rekan kami Bang Jajang (Ketua Sangguru / Mapala FKIP UMS) dalam melakukan penelitian tugas akhir. Tim kami hanya 3 orang, saya sendiri, Jajang, dan Agung. Waktu tempuh selama eksplorasi dari pagi sekitar pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB.
Peta Gua Kangkung by Giri Bahama Fakultas Geografi UMS

Subscribe to receive free email updates:

Posting Komentar